Jumat, 13 September 2013

Believe part 4

        Aku bisa melihat keterkejutan Erlangga di wajahnya. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan Erlangga, aku dan ka Dimas?

---

    "Kenapa sih? Ada apa?" tanyaku penasaran.
    "Lo gak perlu tau." kata Erlangga.
    "Gue perlu tau Gaaa!!!!" aku menggertak Erlangga.
    "Lo mau tau? ka Dimas itu, kakak gue Bel. okay? so you've know this. and I think you will not ask me about anything again? right?" Ucap Erlangga.
    "Apa? kakak lo? jadi selama ini, gue sama kakak lo. curhat sama kakak lo, jalan bareng sama kakak lo. gue curhat tentang lo sama kakak lo, dan dia gatau siapa orang yang gue curhatin itu? yaampun! My Life is getting suck now Ga! I'm being confused to you both." ucapku tak percaya.
    "Apa? jadi selama ini, orang yang kamu curhatin itu Erlangga? kenapa lo begitu sih Ga? kok lo begini banget sama cewe?" sepertinya ka Dimas juga kaget dengan ini.
    "Dan lo juga kak, ternyata cewe yang selama ini lo ceritain itu Bella kak? gue gak bermaksud untuk kaya gitu sama Bella! gue cuma nge tes dia doang kak! gue gatau kalo akhirnya bisa kaya gini. dan satu hal Bel, gue masih sayang sama lo sampai sekarang." kata Erlangga sambil beranjak pergi.
      Aku hanya bisa ternganga melihat semua ini, ini yang terjadi? aku benar-benar tidak mengerti. ini sangat rumit untukku, apakah aku bisa memaafkannya? benarkah ia masih sayang denganku?
      Aku berjalan ke arah gerbang, Erlangga berada di sana. Dia belum pulang, apa yang dia tunggu? apa ia menungguku? ah aku tidak mau membahas dia lagi. aku terus berjalan keluar gerbang, melewati Erlangga. seakan-akan aku merasa Erlangga akan mengikutiku, namun ia terhenti entah mengapa. Tapi ia berlari dan berteriak,
   "Bella awassss!!!!!" Erlangga berteriak dan berlari menuju ke arah ku.
       Aku tak menyadari aku berada di tengah jalan, aku menengok ke kiri dan sebuah mobil sedan melaju kencang menuju ke arahku, aku hanya bisa berteriak.
   "AAAAAAAAA!!!!"
   Aku terdiam, aku tidak merasakan benturan yang keras menghantam ku, tapi justru dekapan lembut seakan memeluk ku, apakah aku sudah mati? aku tidak tau pastinya. aku melihat ke sebelah kiri, aku memang ternyata di dekapan seseorang dan dia Erlangga. matanya terpejam dan tubuhnya terbujur kaku. aku hanya merasakan pusing di kepalaku. aku sangat kaget dengan keadaan Erlangga yang seperti ini. aku melihat seseorang berlari ke arahku, namun kepalaku sudah terasa sangat berat sekali, aku seperti ingin memejamkan mataku, dan akhirnya aku pun memejamkan mataku perlahan-lahan.

---

"True love is always together until the end. even you ever go away from them." - me

***
Dan, akhirnya berakhir juga kisah ini. gue gatau nih cerita jadi ngalor ngidul~ bodolah yang penting slesaiiiiii!!

follow me : @syifart

Selasa, 20 Agustus 2013

12 Dewa Dewi Yunani

Cerita Troy, Hercules dan Xena bersettingkan mitologi Yunani, dan nama-nama yang tersebut di atas juga merupakan dewa-dewi dalam mitologi Yunani. Namun seringkali terjadi, misal, nama Aphrodite diperbandingkan dengan nama Venus. Bagi yang tidak tahu, Aphrodite dan Venus adalah dewi yang sama. Hanya saja nama Aphrodite adalah versi mitologi Yunani, sedangkan nama Venus merupakan versi mitologi Romawi.
Di bawah ini adalah nama-nama dewa dan dewi yang sama-sama dikenal pada mitologi Yunani dan Romawi. Mereka dikenal dengan sebutan the twelve gods of Olympus atau dua belas dewa-dewi dari Olimpus:

Mitologi Yunani Mitologi Romawi

1. Aphrodite —– Venus

Adalah dewi cinta dan keindahan yang selalu diasosiasikan dengan dengan, atau digambarkan bersama dengan lumba-lumba, merpati, angsan, merpati dan pohon lime.

2. Apollo —– Apollo

Adalah dewa cahaya, kesembuhan, kesehatan, memanah, puisi, tarian, kepintaran dan pelindung bagi hewan ternak.

3. Arês —– Mars

Adalah dewa perang dan anak dari Zeus dan Hera. Ia merupakan salah satu tokoh pada Perang Troja.

4. Artemis —– Diana

Adalah dewi perawan pelindung para pemburu, binatang, kesucian dan kelahiran. Ia dipuja sebagai dewi kelahiran karena ia membantu ibunya ketika melahirkan kembarannya, Apollo.

5. Athena —– Minerva

Adalah dewi kebijakan, strategi dan perang. Ia selalu ditemani seekor burung hantu, menyandang kulit kambing yang diberikan kepadanya oleh ayahnya – Aegis. Ia juga selalu ditemani oleh dewi kemengangan – Nike. Athena adalah dewi pejuang bersenjata yang perawan selamanya.

6. Dêmêter —– Ceres

Adalah dewi pertanian, pemberi kesuburan pada bumi, pemberi siklus kehidupan dan kematian, dan pelindung bagi perkawinan dan hukum.

7. Hephaestus —– Vulcan

Adalah dewa api dan pandai besi. Ia adalah pelindung bagi para pengrajin logam, pemahat, senimal, metal dan metalurgi serta api. Ia dipuja di semua pusat manufaktur dan industri Yunani, terutama di Athena.

8. Hera —– Juno

Adalah istri dan saudara Zeus. Ia merupakan dewi perkawinan, dan digambarkan sebagai figur yang agung dengan mengenakan polos, mahkota berbentuk bulat yang kerap dipakai oleh beberapa Maha Dewa-Dewi.

9. Hermês —– Mercury

Adalah dewa perbatasan dan para pelancong yang melewati perbatasan tersebut, pelindung para gembala sapi dan domba, orator, penulis sastra dan penyair, atlit, penemu, pedagang, pencuri dan pengirim pesan para dewa kepada manusia. Penemuan yang berhasil disebut hermaion. Penerjemah yang mampu menjembatani hubungan orang-orang asing adalah hermeneus. Selanjutnya, Hermês merupakan akar kata hermeneutics, yaitu keahlian menerjemahkan makna yang tersembunyi.

10. Hestia —– Vesta

Adalah dewi keharmonisan rumah tangga dan keluarga. Namanya berarti (secara literal) “rumah dan tungku”, atau dengan kata lain, rumah dan mereka yang menempati rumah tersebut.

11. Poseidon —– Neptune

Adalah dewa kuda, atau dengan kata lain, patron bagi balapan kuda. Ia mengendarai kereta yang ditarik kuda atau kuda laut, dan tinggal di istana bawah laut yang terbuat dari kerang dan batu-batu laut. Poseidon selalu diasosiasikan dengan lumba-lumba, tombak bermata tiga dan alat pengait ikan. Bila suasana hatinya senang, maka laut akan tenang. Namun bila ia sedang marah, maka ia akan menyentakkan trisulanya ke tanah hingga mengakibatkan gempa bumi, kapal karam dan tenggelam, serta musim yang kacau.

12. Zeus —– Jupiter

Zeus Kroniõn, atau Zeus atau Zdeus atau Dias (‘Raja Agung’) adalah dewa langit dan petir. Ia juga merupakan ayah dan pemimpin para dewa dan dewi, serta ayah dari banyak pahlawan mitologi - salah satunya yang kita kenal adalah Heracles (alias Hercule). Hercules adalah anak Zeus dengan seorang wanita bumi.
Zeus adalah kelanjutan dari Dyeus, dewa tertinggi pada agama Indo-Eropa, atau Vedic Dyaus Pitar (alias Jupiter) dan Tyr (Ziu, Tiw, Tiwaz) pada mitologi Germanic dan Norse. Namun Try kemudian digantikan oleh Odin sebagai dewa tertinggi bangsa Germanic. Mereka juga tidak mengidentifikasikan Zues dengan Tyr atau Odin, melainkan dengan Thor.

Alasan Kenapa Malaysia Membenci Indonesia

Vulcanoid Trik - Alasan Mengapa Malaysia Membenci Indonesia. Indonesia adalah negara paling kaya di dunia. Indonesia memiliki Budaya terbanyak didunia, memiliki Bahasa Budaya terbanyak dan juga memiliki kekayaan alam yang jarang ada di negara negara lainnya. Kekayaan indonesia membuat banyak negara iri kepada indonesia. Dan salah satunya Malaysia. Perseteruan Antara Indonesia - Malaysia sudah gak ada habisnya . Mulai dari Wilayah, sampai Timnas.

Berikut adalah Alasan Mengapa Malaysia Membenci Indonesia :


Indonesia jauh lebih besar wilayah dan penduduknya dibanding Malaysia.
Budaya asli Indonesia begitu banyak dan beragam, tidak seperti Malaysia yang tidak punya budaya sama sekali dan hanya bisa mencuri budaya bangsa lain
Pasukan Tempur Indonesia jauh lebih hebat dan disegani di dunia dibanding Malaysia
Indonesia adalah negara merdeka, bukan negara boneka Inggris dan Amerika seperti halnya Malaysia yang menuruti segala perintah Inggris dan Amerika seperti hewan peliharaan
Indonesia merebut kemerdekaan dengan berperang melawan penjajah. Malaysia hanya mengemis meminta kemerdekaan dari Inggris
Indonesia mempunyai Sumber Daya Alam yang jauh lebih banyak dari Malaysia. 
Indonesia mempunyai Bali, tujuan wisata nomor satu dunia, dan wisata indonesia lainnya yang indah alamnya. Malaysia iri dan ingin mencuri Tari Pendet Bali
Indonesia adalah negara muslim terbanyak di seluruh dunia
Indonesia termasuk G20, dan Malaysia jauh di belakang
Candi Borobudur dan Pulau Komodo adalah salah satu 7 Keajaiban Dunia,Malaysia tidak punya keajaiban dunia dan bahkan membuat Menara Petronas dengan meniru desain Candi Prambanan
Dunia musik Indonesia jauh lebih keren dan bermutu daripada musik melayu Malaysia,sehingga artis musik Indonesia sangat terkenal di Malaysia
Wanita Indonesia jauh lebih cantik daripada wanita Malaysia sehingga pria Malaysia lebih memilih wanita Indonesia. Contohnya adalah Manohara , Bunga Citra Lestari, Dan Siti Nurhaliza
Bahasa Indonesia jauh lebih indah,maju dan rapih daripada Bahasa Melayu Malaysia yg belum berevolusi
Malaysia tidak bisa membuat baju tentara sendiri sehingga harus memesan dari PT.Sritex Indonesia.
Dan inilah alasan paling konyol Malaysia membenci Indonesia, karena bendera Indonesia jauh lebih sederhana daripada bendera Malaysia yang sangat mirip dengan bendera Amerika.
Setelah membaca Alasan Mengapa Malaysia Membenci Indonesia diatas, semoga kalian semua semakin cinta kepada indonesia.


Terimakasih-

Sumber : Facebook : Mari Belajar

Kamis, 01 Agustus 2013

Believe part 3

.......... Aku membalikkan badanku untuk mengetahui siapa orang yang juga ingin mengambil buku itu. Ternyata itu ka Dimas.
           Aku segera meminta maaf dan beranjak pergi, namun ka Dimas memegang tanganku.

      "Bel, kita nonton yuk. Atau mungkin kita belajar bareng." ucap laki laki itu.
      "Emm gimana yaa kak?" Akupun bingung ingin menjawab apa.
      "Kalo gak mau atau gak bisa ga apa2." lelaki itu menyadari bahwa aku sedang bingung mencari jawaban yang tepat.
      "Emm.. bisa kok kak. Kapan?" kataku.
      "Minggu? Bisa?" tanyanya.
      "Bisa kak." jawabku.

---

           Aku duduk, terdiam di kamarku, memikir kan sesuatu hal yang tak pernah aku bayangkan. Mengapa aku semudah ini? semudah ini menerima tawaran ka Dimas untuk nonton? Bagaimana dengan Erlangga kalo seandainya ia menguji ku dengan meninggalkanku sebentar, dan kembali namun dia mengetahui kalau aku dekat dengan orang lain?
      "Maafin aku Ga, aku ga bisa begini terus." tangisku.

---

           Hari minggu itu pun tiba, aku menunggu di taman. Sudah setengah jam aku menunggu disini tapi dia tak kunjung datang.

     "Eh Bel, lama ya? maaf ya telat." kata ka Dimas di depanku
     "Ga apa2 kak." kataku.
     "Oke, kita berangkat!" ucap laki laki itu dengan penuh semangat.

---
         Kami bercakap-cakap dengan akrabnya sampai ia bertanya,

     "Udah punya pacar belum Bel?" tanya laki laki itu.
     "Emmm..... sebenernya sih udah ka. Dari kelas 9 SMP aku pacarannya, tapi sekarang pacar aku itu malah menghilang entah kemana." kataku lesu.
     "Loh kok? Dia kaya gitu? Tapi kayanya kamu masih suka ya sama dia?" tanyanya.
     "Udah lah kak, ga usah dibahas." kataku. Aku tidak suka dengan pertanyaan itu, itu mengingatkanku pada Erlangga.

---

          Hari ini aku masuk sekolah seperti biasa, namun ada yang berbeda, teman temanku berbisik - bisik dan berkata akan ada anak baru. Semoga dia anaknya asik, ga jail, enak diajak ngobrol, dan bla bla blaa~~

          Namun aku sangat kaget, karena tak sesuai yang aku harapkan. anak baru itu adalah Erlangga. Ia muncul lagi, setelah ku coba sekian lama untuk melupakannya.
      "Erlangga? Demi apa?" tanyaku dalam hati.
      "Halo nama saya Erlangga Putra Ghifari. Senang bertemu kalian :)"
         Erlangga menatapku sekian lama, ia menyadari itu aku, ia dipersilahkan duduk ditempat yang kosong. Ia berjalan ke arahku, aku menyadari aku hanya duduk sendiri, dan satu hal yang terjadi, aku akan duduk bersama Erlangga.
      "Bella?" tanyanya.
      "Erlangga?" tanyaku juga.
          Kami tak bericara lagi sampai pelajaran selesai. Kriiinngggg...... bel pulang berbunyi aku bersiap untuk keluar kelas, namun Erlangga memegang tanganku.
      "Maafin gue Bel." ucap Erlangga.
          Aku terdiam.
      "Kita.... masih pacaran kan? Atau...... ka..." ucap Erlangga yang aku potong.
      "Maaf Ga, gue udah punya pacar." kataku asal.
          Hatiku masih merasakan sakit, aku tak tahan lagi.
      "Bel... serius?" tanyanya.
      "Iya." kataku sambil pergi meninggalkannya.
      "Bel!" Erlangga memanggilku, namun aku tak menghiraukannya.
          Ia mengejarku, sampai aku benar benar tertangkap olehnya.
      "Please, Believe me once again." pintanya.
      "I can't." kataku.
      "Bella!" panggil ka Dimas.
      "Erlangga!" panggil ka Dimas. kali ini bukan namaku, tapi Erlangga. Ka Dimas kenal Erlangga.
      "Ka Dimas siapa lo Bel?" tanya Erlangga kepadaku.
      "pacar gue Ga." kataku berpura pura.
           Ka Dimas datang menghampiri kami berdua. sebelum ia bicara aku sudah menyuruhnya mengiyakan apa yang aku katakan melalui bahasa isyarat.
      "Ini ka Dimas. Dia pacar gue Ga." kataku kepada Erlangga.
      "Ka? Lo pacarnya Bella?" terlihat ekspresi syok Erlangga.
      "Iya Ga, dia pacar gue." kata ka Dimas.

---

Kamis, 18 Juli 2013

Seseorang Yang Ada Dalam Mimpiku

         Kriiiiiiinggggggggggg................
         Bel pulang sekolah berbunyi, itu tandanya aku harus bersiap untuk pulang kerumah. Oh iya namaku Alicya Aydrea. Panggil aku Rea.

---

         Aku merasa ada yang berbeda dari diriku, aku menyukai seseorang yang tak pernah aku kenal, ia datang dari mimpiku, selalu. tapi ternyata ia memang benar-benar ada. Temanku kenal dengannya, ia memberikanku foto dan usrname twitternya dan sekali lagi, aku tak pernah bertemu dengannya. Aku hanyalah sebagai secret admirer yang sampai kapanpun tak akan pernah diketahui olehnya.

        Aku masuk ke kamarku membayangkan wajah orang yang selalu ada di mimpiku, dia bernama Rafa. Aku berbaring, sambil terus membayangkan wajahnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku beranjak ke depan, ibuku sedang membukakan pintu dan siapa yang mengetuk pintu rumahku???? Itu dia, Rafa!!!! Aku tak tau mengapa ia ada disini, aku belum mengenalnya, dan ia belum mengenalku namun aku terkejut saat ia berkata sesuatu pada ibuku.
     "kamu siapa nak?" tanya ibuku padanya.
     "Aku Rafa bu, temennya Rea." ucapnya.
     "Masuk nak." kata ibuku.

         Apaaa??? Rafa??? Temennya Rea??? Sejak kapan??? Bertemu saja belum pernah, walaupun di mimpi sering. Aku senang bisa bertemu dengannya,  walaupun ini bisa dibilang sebagai pertemuan yang aneh.

     "Rea ada temennya nih." panggil ibuku.
     "Siapa bu?" tanyaku.
     "Namanya Rafa. tapi kayanya kamu belum pernah cerita tentang Rafa ya." ibuku memberitahu.
     "Oh iya bu dia temen Rea." kataku menutupi sesuatu.
     "Oh yaudah nih temennya ajak masuk." kata ibuku.
     "Iya Bu." kataku.

---

        "Lo Rea kan?" tanya laki laki itu.
        "Iya.. l..l..lo..." aku tergagap.
        "Gue Rafa. Lo pasti udah tau gue kan?" ia melanjutkan sambil bertanya.
        "i..i.. iyaa." kataku tergagap lagi.
        "Ga usah gagap gitu... kenapa sih?" tanyanya.
        "Enggak kok. Kelas berapa ya?" aku memberanikan diri.
        "Kelas 10 SMA" katanya enteng.
        "Lo?" tanyanya kagi.
        "Kelas 9 SMP kak."

             Ia memberikan senyumnya yang manis kekeceannya tak dapat di hindarkan lagi.
         "Ya tuhan... apakah ini?? Nyata atau hanya Mimpi??" tanyaku tak percaya.

         "Oh iya ngomong2 kaka ngapain kesini?" tanyaku penasaran
         "Ada sedikit masalah dirumah. Kalo boleh, gue boleh kan tinggal disini untuk sementara?" tanyanya.
         "Tapi bilang sama orang tua aku dulu kak." kataku.
         "udah, aku udah minta izin dan udah nyeritain semuanya, kata ibu kamu boleh kok." ia mengubah kata katanya menjadi aku kamu.

---

            Sudah 2 hari dia dirumahku, ia semakin dekat dengan keluarga ku, begitupun dengan aku. Aku bersemangat dan ingin sekali menceritakan sahabatku yang sering sekali aku ceritakan mimpi yang aku alami, namun nampaknya mungkin ia tak percaya, jadi aku putuskan untuk tidak berbicara kepada siapapun tentang hal ini.

           Namun aku merasakan tak enak, aku merasakan ini hari terakhir aku bertemu Rafa. Tidak, jangan berpikir aneh aneh. 

---

            Perasaan itu benar, malam harinya orang tua Rafa datang ke rumah ku untuk menjemput Rafa. Secara paksa. Ibunya Rafa menatapku seperti serangga yang harus di basmi. Aku melihat Rafa untuk terakhir kalinya. Kami berpandangan sedih, mengucapkan salam perpisahan dengan bahasa tubuh yang tak diketahui semua orang.

---

"Rea... Rea... Rea.." seseorang memanggilku. seperti suara ibuku.
               Aku terbangun dan tersadar, itu hanya mimpi. Lagi. tapi terasa seperti nyata.

         "Rea bangun.. ada yang nyariin tuh." ibuku memanggilku diluar kamar.

                Aku berjalan keluar, dan siapa yang aku temui??? itu Dia.. Seseorang yang ada di mimpiku....

***

The End.

***

Gue menceritakan kisah ini berdasarkan pengalaman gue sendiri, tentang mimpi gue yang persis seperti itu dan terasa nyata...

- @syifart

Minggu, 14 Juli 2013

Believe part 2

              Sekarang aku memasuki pelataran sebuah SMA. Aku sudah resmi masuk SMA sekarang. Aku memasuki lapangan dan berjalan di koridor. Seorang laki laki tersenyum kepadaku, dia bukan Erlangga. Aku tak tahu siapakah dirinya. Ngomong ngomong soal Erlangga, aku tak pernah tahu kabarnya. Aku tak pernah tahu bagaimana kelanjutan hubungan ku dengannya. kurasa ia masuk ke sekolah yang berbeda denganku.

---

             Hari demi hari, kujalani hari baruku di sekolah baruku ini. Aku berjalan menuju kantin, dan ada seorang laki laki yang aku kenal sedang bercanda tawa dengan teman temannya. Ia adalah laki laki yang aku temui kemarin di koridor sekolah.
             Setelah lama duduk di sudut kantin, aku mengetahui bahwa ia bernama Dimas. Ia berada di kelas XII IPA 3.

---

             Sekarang sudah waktunya Ujian Tengah Semester, aku mendapatkan ruang 9. Aku mencari ruangan itu dan yap! Ketemu! Aku masuk dan aku mencari meja yang cocok dengan kartu peserta ku. Aku sudah menemukan kursiku, aku tak tahu siapakah yang akan duduk denganku. Sesaat kemudian, laki laki itupun datang. Ya dia, Dimas. Ternyata ia mendapat ruangan ini. dan APA? dia berjalan kearahku. duduk disampingku. Ia memulai percakapan kecil.
    "Sebenernya nama lo siapa sih?" tanya laki laki itu.
    "Emm.. Bella kak." ucapku perlahan.
    "Ohh Bella. Gue Dimas. Aryan Dimas Prasetyo. nama panjang lo siapa?" laki laki itu memberitahu nama lengkapnya dan menanyakan nama lengkap ku.
    "Adriana Bella Fitria kak." jawabku.
    "Denger denger lo nilai tertinggi kedua se Indonesia ya? nilai hampir sempurna kan?" tanyanya lagi.
    "Iya kak." jawabku lagi.

---

          Hari demi hari aku semakin dekat dengannya. Aku hampir melupakan Erlangga yang memang tak jelas keberadaannya. Hari demi hari, waktu demi waktu, aku nampaknya tak pernah mengusik Erlangga di kehidupan ku lagi. Dia memang sudah pergi, menghilang, entah kemana.
          Saat istirahat, aku pergi ke perpustakaan, hanya untuk mendapatkan sebuah pencerahan. Entah itu buku cerita, novel, komik, atau yah buku pelajaran. Seketika aku mendapati kak Dimas di perpus, Ia sedang membaca novel kesukaanku The Worlds of Chrestomanci, ya cerita fiksi. cerita kesukaanku. Dengan jantung yang berdetak cepat, akupun segera meninggalkan perpustakaan.

---

          Sepulang sekolah aku mampir sebentar untuk membeli seri selanjutnya dari buku kesukaaanku yang dibaca Dimas tadi. Aku berjalan ke arah buku buku fiksi. Aku menemukan buku yang aku cari, namun buku itu tinggal satu satunya. ketika aku meraihnya ada seseorang yang mau meraihnya juga namun malah terkena tanganku. Aku menengok siapa orang itu dan ternyata itu adalah ka Dimas! 

***

Jumat, 12 Juli 2013

Believe part 1

              Namaku adalah Adriana Bella Fitria. Aku biasa dipanggil Bella. Hari ini hari ulang tahunku yang ke 14 tahun. Aku sangat berterima kasih kepada tuhan yang telah memberikan kesempatan hidup untukku. Kesempatan yang tak akan pernah aku sia - siakan.

---

               Kini aku telah berada di depan pintu kelas baruku. Ya, aku sekarang sudah kelas 9. salah satu kelas yg menentukan hidupku. setelah aku membaca kertas yang tertempel di pintu kelas ini, aku mengetahui bahwa diriku masuk ke kelas 9A. Ya kelas unggulan. Aku tak tahu mengapa diriku bisa masuk kelas ini, padahal diriku sangatlah biasa saja.

               Setelah aku mencermati lagi kertas itu, aku menyadari ada orang yang sangat aku kenal dan sangat aku inginkan untuk sekelas lagi denganku di kelas 9 ini. Ialah sahabatku Nabila dan seseorang yang istimewa bagi hidupku, yaitu Erlangga. Nabila adalah sahabat ku yang sangat mengerti diriku. dari kelas 7 aku selalu sekelas, duduk berdua, berbagi suka duka. Begitupun Erlangga, dia adalah teman sekelasku semenjak kelas 7. aku sangat mengaguminya karena dia pintar, baik, dan tak pernah berubah kepintarannya.

              Aku masuk ke kelas itu dan melihat Nabila sudah ada disana. Ia memanggilku dan telah menyiapkan kursi untukku, sebangku bersamanya. Ya, kami memang tak terpisahkan. Aku melihat seluruh penjuru kelas, tapi tak ada tanda tanda Erlangga disana. Sesaat kemudian, ada derapan langkah kaki dari arah pintu. Aku menengok untuk melihat siapa yang datang. Itu dia, Erlangga.

             Aku terpaku akan kedatangannya. Aku melihatnya tanpa henti. Dia menengok kearah ku, dia tersenyum. Dan berkata,
      "Hai Bell, Nab! Lo berdua masuk kelas ini juga?" sapanya kepada kami.
      "Iyanih Ga. Oh iya, si Bella nyariin lu terus tu dari tadi!" Nabila menjawab sambil menggoda ku.
      "Oh ya? haha. Canda ae lu. tar si Bella marah lagi." kata Erlangga.
      "Apaan sih Nab?? Gue ga nyariin siapa siapa dari tadi!!" aku kesal dengan perkataan Nabila.
      "Sepik banget, haha." kata Nabila sambil tertawa.
      "Udah ah godain si Bella mulu lo dari tadi Nab! Dia ga nyari siapa siapa kan." ucap Erlangga.

---

            Tak terasa sudah 2 bulan aku berada di kelas 9 ini. dan aku merasakan sesuatu yang tak biasa pada Erlangga. Dia sangat memperhatikanku. Ah mungkin hanya perasaan ku saja.
            Kini waktunya Ulangan Tengah Semester. Aku harus mempusatkan pikiranku pada pelajaran. Ya itu sudah kulakukan. untuk sementara ini.

---


          Hari ini hari terakhir UTS semester ganjil. Aku bersiap untuk pulang. Erlangga pun beranjak dari kursinya. Ia berjalan kearah ku. Ia berkata,

      "Bell, kita nonton yuk. mumpung ada film bagus." kata Erlangga.
      "Lo ga salah Ga? Gue mau belajar Ga." aku menolaknya dengan halus.
      "Yaelah lu rajin amat. Sekali ini doang. Lagian ulangan udah selesai kali." ucap Erlangga santai.
      "Sumpah lo tuh woles banget yaa. Ini tuh kelas 9 Ga. bentar lagi UN. gue mau serius belajar." 
      "Pliss Bell.. Sekali ini aja." Erlangga memohon kepadaku.
      "Iyadeh Iya. tumben lo ngajak gue nonton?" Aku pun heran dengan sikapnya yang beda terhadapku.

          Aku heran dengan sikap Erlangga yang beda terhadapku. Ia mengajakku nonton, dan ia sampai memohon mohon. tapi dia kutanya mengapa dan tak dijawab.

---

         Kami telah sampai di bioskop. Dan Erlangga pun pergi sebentar untuk membelikanku pop corn. Ia kembali. dan berkata

      "Lo cantik hari ini Bell." ucap Erlangga.
      "Makasih Ga." kataku malu

---

          Aku tak pernah menyangka Erlangga akan mengajakku nonton. Tapi mungkin hanya sebagai pertemanan atau persahabatan aja. Gue juga gak yakin kalo Erlangga suka sama gue-_- secara gue pas pasan. apa aja pas pasan. Tapi gue rasa semuanya berubah
................

       "Bel, gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" ucap Erlangga tiba tiba.
       "Hah? Apa Ga?" Gue ga percaya apa yang dibilang Erlangga. Gue pura2 gadenger.
       "Gue suka sama lo Bell. Dari kelas 7. Cuma gue ga berani bilang sama lo. Gue takut lo gak suka sama gue." Erlangga menjelaskan.
       "hah? Enggak kok Ga. Sebenernya.... gue juga suka sama lo. dari dulu." kataku malu2.
       "Jadi..... Lo juga suka sama gue? Lo mau kan jadi pacar gue?" kata Erlangga.
Aku mengangguk.

---

           Bella jadian sama Erlangga. Bella jadian sama Erlangga. Teman teman kelas ku berbicara seperti itu berulang kali. Anak perempuan bergosip sambil menatapku.

---

          "Lo beneran jadian sama Erlangga?" tanya Nabila.
          "Iya Nab. Kenapa?" tanyaku.
          "Congrats yee!! PJ dongg!!" Nabila antusias.
          "Minta sono sama Erlangga! wkwk" kataku.

---

            Sudah berbulan bulan aku menjalani hubungan ini dan tak terasa sekarang waktunya Ujian Nasional. aku tahu ini sangat berat untukku dan juga untuk Erlangga. Tak ada yang bisa menghalangi dan tak ada yang tahu aku dan Erlangga akan berpisah atau satu sekolah lagi.

           Hari ini perpisahan sekolah. Kepala sekolah membacakan nem tertinggi di sekolah. Nabila berada di urutan ketiga dengan nem 38,95. itu menakjubkan sekali, sayangnya aku tak tahu berapa nem ku. seandainya nem ku setinggi Nabila dan pasti Erlangga lebih tinggi lagi. bisa bisa dia juara satu.

       "Dan di urutan kedua, dari kelas 9A. Adriana Bella Fitria dengan nilai 39,95! Tepuk tangan semua untuk Bella!" kepala sekolah memanggilku. Aku tak percaya aku berada di urutan kedua dengan nilai sebagus itu.
       "Dan yang kita tunggu tunggu. Di urutan pertama, dengan nilai 40,00. Nilai sempurna, tertinggi se Indonesia yang dimiliki oleh Erlangga Putra Ghifari kelas 9A! Tepuk tangan dong!!" kepala sekolah menyebut nama itu.
            Aku tak menyangka aku berada di urutan kedua dengan nilai yang se mulus itu. Dan satu lagi Erlangga ternyata berada di urutan kesatu dengan nilai yang seeeeeee KEREN itu!!!

---

      "Congrats Bel! kamu keren banget, 39,95 bener bener deh Bel" kata Erlangga kepadaku.
      "haha. itu biasa aja kok. kamu yang keren! Nilai tertinggi se-Indonesia gimana gak keren coba?" Aku merendah.
      "Oiya, kamu mau masuk SMA mana Bel?" tanya Erlangga.
      "Gatau Ga, aku gatau mau masuk SMA mana. Kamu Ga?" tanyaku.
      "Kalo aku sih terserah kamu." ucap Erlangga.
      "Haha.. bisa aja sih kamu." ucap ku.

***
      

Senin, 08 Juli 2013

I don't know the title

        Tak terasa waktu sudah cepat berlalu, sekarang gadis itu sudah berada di pelataran sebuah SMP. Ia hanyalah sebatas bocah kelas 7 yang baru netes, alias baru masuk. Ia memandang setiap sudut sekolah itu. Saffa, nama panggilan gadis itu. Ketika ia sedang melihat - lihat, seseorang dari kejauhan memandangnya. Tersenyum kepadanya. Demi norma kesopanan, ia membalas senyuman itu. Ia sangat kenal senyuman itu. Itu kakak kelasnya, namanya Putra. Ia kelas 9.

Tik Tok Tik Tok  

        Waktu sangatlah cepat berlalu, sekarang sudah saatnya Ujian Tengah Semester. kelasnya mendapat ruang yang sekelas dengan 9B. Kelas kak Putra. Jantungnya terasa deg degan saat memasuki ruang  ujian. Ia melihat seluruh kelas, kak Putra tidak ada. Tapi apa yang dia lihat di meja ujiannya itu sungguh mengejutkan.
          "Putri Adriana Saffarah dengan Putra Adrian"
        Ia perlahan duduk dengan tenang di kursinya. Sesaat kemudian, datanglah laki-laki itu, duduk disampingnya.

        "Kalo butuh bantuan Matematika atau Fisika, tanya gue aja." Ucap laki laki itu.

Tik Tok Tik Tok 

       Waktu ujian pun dimulai, Ia tidak bisa mempusatkan perhatiannya pada kertas ujian itu. pikirannya berlarian tak ada arah. Pikirannya terpecah menjadi dua, ujian dan lelaki disampingnya.

Tik Tok Tik Tok 

       Sekarang, Saffa sedang berada di salah satu gerai pop ice. Ia tertunduk melihat buku fisikanya. ketika ia melihat kedepan, dilihatnya wajah yang tak asing lagi baginya. Ya, dia Putra. Ia tak pernah bisa melupakan wajah itu, karena keramahan nya yang sangat amat tak bisa diabaikan. mengajak dirinya belajar fisika bersama, karena keberadaan nilai fisika nya yang yahh.. tak tertolong. Ia pasrah.

      "Fa, abis ini kita nonton yuk, mumpung ada film bagus. Gue yang bayarin" Ucap lelaki itu. Saffa terdiam.

Tik Tok Tik Tok

      Hari demi Hari, waktu demi waktu, Saffa semakin dekat dengan Putra. Tidak ada yang mengetahui pertemuan ini. Mereka hanya berpikir sebatas bertemu dan sebangku di ruang ujian, saling menyapa, sedikit berinteraksi. Tapi efeknya tidak sesimpel itu.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa Putra. Saffa mendengar kalimat itu dari obrolan teman-temannya. desas desus itu sudah menyebar luas. Tapi sekali lagi, Saffa mengingat, sekarang sudah semester 2, tak mungkin lagi ia bertemu dengan Putra sesering dulu. Pasti Putra sedang menyiapkan UN nya yang semakin dekat. dan desas desus itu hanyalah obrolan kelas dan tak ada bukti yang kuat.

Tik Tok Tik Tok

     Saffa berjalan melewati kelas 9B. Kelas itu kosong. tak ada seorang pun. ya memang, kelas 9 telah selesai Ujian Nasional dan libur dirumah. mempersiapkan untuk masuk SMA. Saffa menghela nafas, ia sadar, obrolan yang sedikit, pertemuan yang jarang, perilaku yang baik, membuat Saffa hancur, tetapi lelaki itu akan pergi.

Tik Tok Tik Tok

     Setelah UKK selesai, Saffa memilih untuk berdiam diri dirumah. Pertemuan hanyalah membuatnya bertambah perih. Sanabatnya yang mengetahui ini hanya mengangguk perhatian, menghibur Saffa. Namun sahabatnya hanya sering membuatnya bertambah perih. memberitahu bahwa kak Putra sering datang ke sekolah.

Tik Tok Tik Tok

    Pembagian rapot bagi Saffa, pembagian ijazah bagi kak Putra. Saffa ingin sekali masuk, tapi ia membatalkannya. lebih baik ia melupakan semua ini. mungkin itu lebih baik.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa berjalan di toko buku, ia ingin pergi ke deretan buku fisika. namun, ia baru berbalik badan sudah bertubrukan dengan seseorang. itu Putra.

Tik Tok Tik Tok

   Mereka mengobrol di salah satu gerain makanan di Mall itu. Mereka tertawa lepas.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa terdiam di kamarnya, ia memejamkan matanya. Ia merasakan sakit yang dalam. Ia menyadarinya, namun Saffa terus mendoakannya. Karena ia tahu hanya ini yang terbaik. Kini, waktu telah banyak terlewat, ia telah menghabiskan kesempatannya.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa tersadar semuanya telah berakhir, dimakan oleh waktu. Atas akhirnya sebuah cerita cinta yang ia alami. Berawal dari ketidak sengajaan, dan berakhir dengan letting him go. 

***

*repost with little changing.*

baca cerita yang asli "Untitled Story by Ainul Mardiyah" di http://thizmynandos.blogspot.com/2013/07/untitled-short-story.html#more

Minggu, 07 Juli 2013

Tips dapet nilai bagus. (gatau juga sih-_-)

Huhhhh udah ga kerasa sekarang gue udah kelas 9 aja. udah mau SMA cuyy!! perasaan baru kemaren deh gue MOS SMP terus ketemu kakak kece. masa masa indah tuh kelas 7, masa masa abstrak kelas 8, dan kelas 9... gue gatau tuh yaa masa masa apaan (?) mungkin kaya jaman penjajahan kali yee, tegang gitu. mungkin. lebay amat. nahh pas masuk nanti nihh tanggal 15, gue mesti belajar extra keras, supaya UN nanti nilai memuaskan, dan juga masuk SMA Favorit. AMIINN.
Nah mungkin ini tips dari gue supaya lo fokus ke pelajaran, dan mendapatkan nilai bagus di ujian.
1. Jangan terlalu banyak mikirin yang aneh - aneh.
2. Lupain semua permasalahan lo, kaya misalnya abis diputusin lah. udahdeh lupain itu gapenting.
3. Jangan main gadget mulu tiap harii!!! kalo bisa mainnya malem minggu aja :)
4. BELAJAR YANG RAJIN!!!
5. cukupin tidur lo.
6. jangan terlalu capek. kalo capek, pelajaran gamasuk ke otak.
:)
oke mungkin itu aja kali yaa.. gue gatau mau ngasih tips apalagi-_- oke sekian dan terima kasih. :)