Minggu, 14 Juli 2013

Believe part 2

              Sekarang aku memasuki pelataran sebuah SMA. Aku sudah resmi masuk SMA sekarang. Aku memasuki lapangan dan berjalan di koridor. Seorang laki laki tersenyum kepadaku, dia bukan Erlangga. Aku tak tahu siapakah dirinya. Ngomong ngomong soal Erlangga, aku tak pernah tahu kabarnya. Aku tak pernah tahu bagaimana kelanjutan hubungan ku dengannya. kurasa ia masuk ke sekolah yang berbeda denganku.

---

             Hari demi hari, kujalani hari baruku di sekolah baruku ini. Aku berjalan menuju kantin, dan ada seorang laki laki yang aku kenal sedang bercanda tawa dengan teman temannya. Ia adalah laki laki yang aku temui kemarin di koridor sekolah.
             Setelah lama duduk di sudut kantin, aku mengetahui bahwa ia bernama Dimas. Ia berada di kelas XII IPA 3.

---

             Sekarang sudah waktunya Ujian Tengah Semester, aku mendapatkan ruang 9. Aku mencari ruangan itu dan yap! Ketemu! Aku masuk dan aku mencari meja yang cocok dengan kartu peserta ku. Aku sudah menemukan kursiku, aku tak tahu siapakah yang akan duduk denganku. Sesaat kemudian, laki laki itupun datang. Ya dia, Dimas. Ternyata ia mendapat ruangan ini. dan APA? dia berjalan kearahku. duduk disampingku. Ia memulai percakapan kecil.
    "Sebenernya nama lo siapa sih?" tanya laki laki itu.
    "Emm.. Bella kak." ucapku perlahan.
    "Ohh Bella. Gue Dimas. Aryan Dimas Prasetyo. nama panjang lo siapa?" laki laki itu memberitahu nama lengkapnya dan menanyakan nama lengkap ku.
    "Adriana Bella Fitria kak." jawabku.
    "Denger denger lo nilai tertinggi kedua se Indonesia ya? nilai hampir sempurna kan?" tanyanya lagi.
    "Iya kak." jawabku lagi.

---

          Hari demi hari aku semakin dekat dengannya. Aku hampir melupakan Erlangga yang memang tak jelas keberadaannya. Hari demi hari, waktu demi waktu, aku nampaknya tak pernah mengusik Erlangga di kehidupan ku lagi. Dia memang sudah pergi, menghilang, entah kemana.
          Saat istirahat, aku pergi ke perpustakaan, hanya untuk mendapatkan sebuah pencerahan. Entah itu buku cerita, novel, komik, atau yah buku pelajaran. Seketika aku mendapati kak Dimas di perpus, Ia sedang membaca novel kesukaanku The Worlds of Chrestomanci, ya cerita fiksi. cerita kesukaanku. Dengan jantung yang berdetak cepat, akupun segera meninggalkan perpustakaan.

---

          Sepulang sekolah aku mampir sebentar untuk membeli seri selanjutnya dari buku kesukaaanku yang dibaca Dimas tadi. Aku berjalan ke arah buku buku fiksi. Aku menemukan buku yang aku cari, namun buku itu tinggal satu satunya. ketika aku meraihnya ada seseorang yang mau meraihnya juga namun malah terkena tanganku. Aku menengok siapa orang itu dan ternyata itu adalah ka Dimas! 

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar