Jumat, 12 Juli 2013

Believe part 1

              Namaku adalah Adriana Bella Fitria. Aku biasa dipanggil Bella. Hari ini hari ulang tahunku yang ke 14 tahun. Aku sangat berterima kasih kepada tuhan yang telah memberikan kesempatan hidup untukku. Kesempatan yang tak akan pernah aku sia - siakan.

---

               Kini aku telah berada di depan pintu kelas baruku. Ya, aku sekarang sudah kelas 9. salah satu kelas yg menentukan hidupku. setelah aku membaca kertas yang tertempel di pintu kelas ini, aku mengetahui bahwa diriku masuk ke kelas 9A. Ya kelas unggulan. Aku tak tahu mengapa diriku bisa masuk kelas ini, padahal diriku sangatlah biasa saja.

               Setelah aku mencermati lagi kertas itu, aku menyadari ada orang yang sangat aku kenal dan sangat aku inginkan untuk sekelas lagi denganku di kelas 9 ini. Ialah sahabatku Nabila dan seseorang yang istimewa bagi hidupku, yaitu Erlangga. Nabila adalah sahabat ku yang sangat mengerti diriku. dari kelas 7 aku selalu sekelas, duduk berdua, berbagi suka duka. Begitupun Erlangga, dia adalah teman sekelasku semenjak kelas 7. aku sangat mengaguminya karena dia pintar, baik, dan tak pernah berubah kepintarannya.

              Aku masuk ke kelas itu dan melihat Nabila sudah ada disana. Ia memanggilku dan telah menyiapkan kursi untukku, sebangku bersamanya. Ya, kami memang tak terpisahkan. Aku melihat seluruh penjuru kelas, tapi tak ada tanda tanda Erlangga disana. Sesaat kemudian, ada derapan langkah kaki dari arah pintu. Aku menengok untuk melihat siapa yang datang. Itu dia, Erlangga.

             Aku terpaku akan kedatangannya. Aku melihatnya tanpa henti. Dia menengok kearah ku, dia tersenyum. Dan berkata,
      "Hai Bell, Nab! Lo berdua masuk kelas ini juga?" sapanya kepada kami.
      "Iyanih Ga. Oh iya, si Bella nyariin lu terus tu dari tadi!" Nabila menjawab sambil menggoda ku.
      "Oh ya? haha. Canda ae lu. tar si Bella marah lagi." kata Erlangga.
      "Apaan sih Nab?? Gue ga nyariin siapa siapa dari tadi!!" aku kesal dengan perkataan Nabila.
      "Sepik banget, haha." kata Nabila sambil tertawa.
      "Udah ah godain si Bella mulu lo dari tadi Nab! Dia ga nyari siapa siapa kan." ucap Erlangga.

---

            Tak terasa sudah 2 bulan aku berada di kelas 9 ini. dan aku merasakan sesuatu yang tak biasa pada Erlangga. Dia sangat memperhatikanku. Ah mungkin hanya perasaan ku saja.
            Kini waktunya Ulangan Tengah Semester. Aku harus mempusatkan pikiranku pada pelajaran. Ya itu sudah kulakukan. untuk sementara ini.

---


          Hari ini hari terakhir UTS semester ganjil. Aku bersiap untuk pulang. Erlangga pun beranjak dari kursinya. Ia berjalan kearah ku. Ia berkata,

      "Bell, kita nonton yuk. mumpung ada film bagus." kata Erlangga.
      "Lo ga salah Ga? Gue mau belajar Ga." aku menolaknya dengan halus.
      "Yaelah lu rajin amat. Sekali ini doang. Lagian ulangan udah selesai kali." ucap Erlangga santai.
      "Sumpah lo tuh woles banget yaa. Ini tuh kelas 9 Ga. bentar lagi UN. gue mau serius belajar." 
      "Pliss Bell.. Sekali ini aja." Erlangga memohon kepadaku.
      "Iyadeh Iya. tumben lo ngajak gue nonton?" Aku pun heran dengan sikapnya yang beda terhadapku.

          Aku heran dengan sikap Erlangga yang beda terhadapku. Ia mengajakku nonton, dan ia sampai memohon mohon. tapi dia kutanya mengapa dan tak dijawab.

---

         Kami telah sampai di bioskop. Dan Erlangga pun pergi sebentar untuk membelikanku pop corn. Ia kembali. dan berkata

      "Lo cantik hari ini Bell." ucap Erlangga.
      "Makasih Ga." kataku malu

---

          Aku tak pernah menyangka Erlangga akan mengajakku nonton. Tapi mungkin hanya sebagai pertemanan atau persahabatan aja. Gue juga gak yakin kalo Erlangga suka sama gue-_- secara gue pas pasan. apa aja pas pasan. Tapi gue rasa semuanya berubah
................

       "Bel, gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" ucap Erlangga tiba tiba.
       "Hah? Apa Ga?" Gue ga percaya apa yang dibilang Erlangga. Gue pura2 gadenger.
       "Gue suka sama lo Bell. Dari kelas 7. Cuma gue ga berani bilang sama lo. Gue takut lo gak suka sama gue." Erlangga menjelaskan.
       "hah? Enggak kok Ga. Sebenernya.... gue juga suka sama lo. dari dulu." kataku malu2.
       "Jadi..... Lo juga suka sama gue? Lo mau kan jadi pacar gue?" kata Erlangga.
Aku mengangguk.

---

           Bella jadian sama Erlangga. Bella jadian sama Erlangga. Teman teman kelas ku berbicara seperti itu berulang kali. Anak perempuan bergosip sambil menatapku.

---

          "Lo beneran jadian sama Erlangga?" tanya Nabila.
          "Iya Nab. Kenapa?" tanyaku.
          "Congrats yee!! PJ dongg!!" Nabila antusias.
          "Minta sono sama Erlangga! wkwk" kataku.

---

            Sudah berbulan bulan aku menjalani hubungan ini dan tak terasa sekarang waktunya Ujian Nasional. aku tahu ini sangat berat untukku dan juga untuk Erlangga. Tak ada yang bisa menghalangi dan tak ada yang tahu aku dan Erlangga akan berpisah atau satu sekolah lagi.

           Hari ini perpisahan sekolah. Kepala sekolah membacakan nem tertinggi di sekolah. Nabila berada di urutan ketiga dengan nem 38,95. itu menakjubkan sekali, sayangnya aku tak tahu berapa nem ku. seandainya nem ku setinggi Nabila dan pasti Erlangga lebih tinggi lagi. bisa bisa dia juara satu.

       "Dan di urutan kedua, dari kelas 9A. Adriana Bella Fitria dengan nilai 39,95! Tepuk tangan semua untuk Bella!" kepala sekolah memanggilku. Aku tak percaya aku berada di urutan kedua dengan nilai sebagus itu.
       "Dan yang kita tunggu tunggu. Di urutan pertama, dengan nilai 40,00. Nilai sempurna, tertinggi se Indonesia yang dimiliki oleh Erlangga Putra Ghifari kelas 9A! Tepuk tangan dong!!" kepala sekolah menyebut nama itu.
            Aku tak menyangka aku berada di urutan kedua dengan nilai yang se mulus itu. Dan satu lagi Erlangga ternyata berada di urutan kesatu dengan nilai yang seeeeeee KEREN itu!!!

---

      "Congrats Bel! kamu keren banget, 39,95 bener bener deh Bel" kata Erlangga kepadaku.
      "haha. itu biasa aja kok. kamu yang keren! Nilai tertinggi se-Indonesia gimana gak keren coba?" Aku merendah.
      "Oiya, kamu mau masuk SMA mana Bel?" tanya Erlangga.
      "Gatau Ga, aku gatau mau masuk SMA mana. Kamu Ga?" tanyaku.
      "Kalo aku sih terserah kamu." ucap Erlangga.
      "Haha.. bisa aja sih kamu." ucap ku.

***
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar