Kamis, 18 Juli 2013

Seseorang Yang Ada Dalam Mimpiku

         Kriiiiiiinggggggggggg................
         Bel pulang sekolah berbunyi, itu tandanya aku harus bersiap untuk pulang kerumah. Oh iya namaku Alicya Aydrea. Panggil aku Rea.

---

         Aku merasa ada yang berbeda dari diriku, aku menyukai seseorang yang tak pernah aku kenal, ia datang dari mimpiku, selalu. tapi ternyata ia memang benar-benar ada. Temanku kenal dengannya, ia memberikanku foto dan usrname twitternya dan sekali lagi, aku tak pernah bertemu dengannya. Aku hanyalah sebagai secret admirer yang sampai kapanpun tak akan pernah diketahui olehnya.

        Aku masuk ke kamarku membayangkan wajah orang yang selalu ada di mimpiku, dia bernama Rafa. Aku berbaring, sambil terus membayangkan wajahnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku beranjak ke depan, ibuku sedang membukakan pintu dan siapa yang mengetuk pintu rumahku???? Itu dia, Rafa!!!! Aku tak tau mengapa ia ada disini, aku belum mengenalnya, dan ia belum mengenalku namun aku terkejut saat ia berkata sesuatu pada ibuku.
     "kamu siapa nak?" tanya ibuku padanya.
     "Aku Rafa bu, temennya Rea." ucapnya.
     "Masuk nak." kata ibuku.

         Apaaa??? Rafa??? Temennya Rea??? Sejak kapan??? Bertemu saja belum pernah, walaupun di mimpi sering. Aku senang bisa bertemu dengannya,  walaupun ini bisa dibilang sebagai pertemuan yang aneh.

     "Rea ada temennya nih." panggil ibuku.
     "Siapa bu?" tanyaku.
     "Namanya Rafa. tapi kayanya kamu belum pernah cerita tentang Rafa ya." ibuku memberitahu.
     "Oh iya bu dia temen Rea." kataku menutupi sesuatu.
     "Oh yaudah nih temennya ajak masuk." kata ibuku.
     "Iya Bu." kataku.

---

        "Lo Rea kan?" tanya laki laki itu.
        "Iya.. l..l..lo..." aku tergagap.
        "Gue Rafa. Lo pasti udah tau gue kan?" ia melanjutkan sambil bertanya.
        "i..i.. iyaa." kataku tergagap lagi.
        "Ga usah gagap gitu... kenapa sih?" tanyanya.
        "Enggak kok. Kelas berapa ya?" aku memberanikan diri.
        "Kelas 10 SMA" katanya enteng.
        "Lo?" tanyanya kagi.
        "Kelas 9 SMP kak."

             Ia memberikan senyumnya yang manis kekeceannya tak dapat di hindarkan lagi.
         "Ya tuhan... apakah ini?? Nyata atau hanya Mimpi??" tanyaku tak percaya.

         "Oh iya ngomong2 kaka ngapain kesini?" tanyaku penasaran
         "Ada sedikit masalah dirumah. Kalo boleh, gue boleh kan tinggal disini untuk sementara?" tanyanya.
         "Tapi bilang sama orang tua aku dulu kak." kataku.
         "udah, aku udah minta izin dan udah nyeritain semuanya, kata ibu kamu boleh kok." ia mengubah kata katanya menjadi aku kamu.

---

            Sudah 2 hari dia dirumahku, ia semakin dekat dengan keluarga ku, begitupun dengan aku. Aku bersemangat dan ingin sekali menceritakan sahabatku yang sering sekali aku ceritakan mimpi yang aku alami, namun nampaknya mungkin ia tak percaya, jadi aku putuskan untuk tidak berbicara kepada siapapun tentang hal ini.

           Namun aku merasakan tak enak, aku merasakan ini hari terakhir aku bertemu Rafa. Tidak, jangan berpikir aneh aneh. 

---

            Perasaan itu benar, malam harinya orang tua Rafa datang ke rumah ku untuk menjemput Rafa. Secara paksa. Ibunya Rafa menatapku seperti serangga yang harus di basmi. Aku melihat Rafa untuk terakhir kalinya. Kami berpandangan sedih, mengucapkan salam perpisahan dengan bahasa tubuh yang tak diketahui semua orang.

---

"Rea... Rea... Rea.." seseorang memanggilku. seperti suara ibuku.
               Aku terbangun dan tersadar, itu hanya mimpi. Lagi. tapi terasa seperti nyata.

         "Rea bangun.. ada yang nyariin tuh." ibuku memanggilku diluar kamar.

                Aku berjalan keluar, dan siapa yang aku temui??? itu Dia.. Seseorang yang ada di mimpiku....

***

The End.

***

Gue menceritakan kisah ini berdasarkan pengalaman gue sendiri, tentang mimpi gue yang persis seperti itu dan terasa nyata...

- @syifart

Minggu, 14 Juli 2013

Believe part 2

              Sekarang aku memasuki pelataran sebuah SMA. Aku sudah resmi masuk SMA sekarang. Aku memasuki lapangan dan berjalan di koridor. Seorang laki laki tersenyum kepadaku, dia bukan Erlangga. Aku tak tahu siapakah dirinya. Ngomong ngomong soal Erlangga, aku tak pernah tahu kabarnya. Aku tak pernah tahu bagaimana kelanjutan hubungan ku dengannya. kurasa ia masuk ke sekolah yang berbeda denganku.

---

             Hari demi hari, kujalani hari baruku di sekolah baruku ini. Aku berjalan menuju kantin, dan ada seorang laki laki yang aku kenal sedang bercanda tawa dengan teman temannya. Ia adalah laki laki yang aku temui kemarin di koridor sekolah.
             Setelah lama duduk di sudut kantin, aku mengetahui bahwa ia bernama Dimas. Ia berada di kelas XII IPA 3.

---

             Sekarang sudah waktunya Ujian Tengah Semester, aku mendapatkan ruang 9. Aku mencari ruangan itu dan yap! Ketemu! Aku masuk dan aku mencari meja yang cocok dengan kartu peserta ku. Aku sudah menemukan kursiku, aku tak tahu siapakah yang akan duduk denganku. Sesaat kemudian, laki laki itupun datang. Ya dia, Dimas. Ternyata ia mendapat ruangan ini. dan APA? dia berjalan kearahku. duduk disampingku. Ia memulai percakapan kecil.
    "Sebenernya nama lo siapa sih?" tanya laki laki itu.
    "Emm.. Bella kak." ucapku perlahan.
    "Ohh Bella. Gue Dimas. Aryan Dimas Prasetyo. nama panjang lo siapa?" laki laki itu memberitahu nama lengkapnya dan menanyakan nama lengkap ku.
    "Adriana Bella Fitria kak." jawabku.
    "Denger denger lo nilai tertinggi kedua se Indonesia ya? nilai hampir sempurna kan?" tanyanya lagi.
    "Iya kak." jawabku lagi.

---

          Hari demi hari aku semakin dekat dengannya. Aku hampir melupakan Erlangga yang memang tak jelas keberadaannya. Hari demi hari, waktu demi waktu, aku nampaknya tak pernah mengusik Erlangga di kehidupan ku lagi. Dia memang sudah pergi, menghilang, entah kemana.
          Saat istirahat, aku pergi ke perpustakaan, hanya untuk mendapatkan sebuah pencerahan. Entah itu buku cerita, novel, komik, atau yah buku pelajaran. Seketika aku mendapati kak Dimas di perpus, Ia sedang membaca novel kesukaanku The Worlds of Chrestomanci, ya cerita fiksi. cerita kesukaanku. Dengan jantung yang berdetak cepat, akupun segera meninggalkan perpustakaan.

---

          Sepulang sekolah aku mampir sebentar untuk membeli seri selanjutnya dari buku kesukaaanku yang dibaca Dimas tadi. Aku berjalan ke arah buku buku fiksi. Aku menemukan buku yang aku cari, namun buku itu tinggal satu satunya. ketika aku meraihnya ada seseorang yang mau meraihnya juga namun malah terkena tanganku. Aku menengok siapa orang itu dan ternyata itu adalah ka Dimas! 

***

Jumat, 12 Juli 2013

Believe part 1

              Namaku adalah Adriana Bella Fitria. Aku biasa dipanggil Bella. Hari ini hari ulang tahunku yang ke 14 tahun. Aku sangat berterima kasih kepada tuhan yang telah memberikan kesempatan hidup untukku. Kesempatan yang tak akan pernah aku sia - siakan.

---

               Kini aku telah berada di depan pintu kelas baruku. Ya, aku sekarang sudah kelas 9. salah satu kelas yg menentukan hidupku. setelah aku membaca kertas yang tertempel di pintu kelas ini, aku mengetahui bahwa diriku masuk ke kelas 9A. Ya kelas unggulan. Aku tak tahu mengapa diriku bisa masuk kelas ini, padahal diriku sangatlah biasa saja.

               Setelah aku mencermati lagi kertas itu, aku menyadari ada orang yang sangat aku kenal dan sangat aku inginkan untuk sekelas lagi denganku di kelas 9 ini. Ialah sahabatku Nabila dan seseorang yang istimewa bagi hidupku, yaitu Erlangga. Nabila adalah sahabat ku yang sangat mengerti diriku. dari kelas 7 aku selalu sekelas, duduk berdua, berbagi suka duka. Begitupun Erlangga, dia adalah teman sekelasku semenjak kelas 7. aku sangat mengaguminya karena dia pintar, baik, dan tak pernah berubah kepintarannya.

              Aku masuk ke kelas itu dan melihat Nabila sudah ada disana. Ia memanggilku dan telah menyiapkan kursi untukku, sebangku bersamanya. Ya, kami memang tak terpisahkan. Aku melihat seluruh penjuru kelas, tapi tak ada tanda tanda Erlangga disana. Sesaat kemudian, ada derapan langkah kaki dari arah pintu. Aku menengok untuk melihat siapa yang datang. Itu dia, Erlangga.

             Aku terpaku akan kedatangannya. Aku melihatnya tanpa henti. Dia menengok kearah ku, dia tersenyum. Dan berkata,
      "Hai Bell, Nab! Lo berdua masuk kelas ini juga?" sapanya kepada kami.
      "Iyanih Ga. Oh iya, si Bella nyariin lu terus tu dari tadi!" Nabila menjawab sambil menggoda ku.
      "Oh ya? haha. Canda ae lu. tar si Bella marah lagi." kata Erlangga.
      "Apaan sih Nab?? Gue ga nyariin siapa siapa dari tadi!!" aku kesal dengan perkataan Nabila.
      "Sepik banget, haha." kata Nabila sambil tertawa.
      "Udah ah godain si Bella mulu lo dari tadi Nab! Dia ga nyari siapa siapa kan." ucap Erlangga.

---

            Tak terasa sudah 2 bulan aku berada di kelas 9 ini. dan aku merasakan sesuatu yang tak biasa pada Erlangga. Dia sangat memperhatikanku. Ah mungkin hanya perasaan ku saja.
            Kini waktunya Ulangan Tengah Semester. Aku harus mempusatkan pikiranku pada pelajaran. Ya itu sudah kulakukan. untuk sementara ini.

---


          Hari ini hari terakhir UTS semester ganjil. Aku bersiap untuk pulang. Erlangga pun beranjak dari kursinya. Ia berjalan kearah ku. Ia berkata,

      "Bell, kita nonton yuk. mumpung ada film bagus." kata Erlangga.
      "Lo ga salah Ga? Gue mau belajar Ga." aku menolaknya dengan halus.
      "Yaelah lu rajin amat. Sekali ini doang. Lagian ulangan udah selesai kali." ucap Erlangga santai.
      "Sumpah lo tuh woles banget yaa. Ini tuh kelas 9 Ga. bentar lagi UN. gue mau serius belajar." 
      "Pliss Bell.. Sekali ini aja." Erlangga memohon kepadaku.
      "Iyadeh Iya. tumben lo ngajak gue nonton?" Aku pun heran dengan sikapnya yang beda terhadapku.

          Aku heran dengan sikap Erlangga yang beda terhadapku. Ia mengajakku nonton, dan ia sampai memohon mohon. tapi dia kutanya mengapa dan tak dijawab.

---

         Kami telah sampai di bioskop. Dan Erlangga pun pergi sebentar untuk membelikanku pop corn. Ia kembali. dan berkata

      "Lo cantik hari ini Bell." ucap Erlangga.
      "Makasih Ga." kataku malu

---

          Aku tak pernah menyangka Erlangga akan mengajakku nonton. Tapi mungkin hanya sebagai pertemanan atau persahabatan aja. Gue juga gak yakin kalo Erlangga suka sama gue-_- secara gue pas pasan. apa aja pas pasan. Tapi gue rasa semuanya berubah
................

       "Bel, gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" ucap Erlangga tiba tiba.
       "Hah? Apa Ga?" Gue ga percaya apa yang dibilang Erlangga. Gue pura2 gadenger.
       "Gue suka sama lo Bell. Dari kelas 7. Cuma gue ga berani bilang sama lo. Gue takut lo gak suka sama gue." Erlangga menjelaskan.
       "hah? Enggak kok Ga. Sebenernya.... gue juga suka sama lo. dari dulu." kataku malu2.
       "Jadi..... Lo juga suka sama gue? Lo mau kan jadi pacar gue?" kata Erlangga.
Aku mengangguk.

---

           Bella jadian sama Erlangga. Bella jadian sama Erlangga. Teman teman kelas ku berbicara seperti itu berulang kali. Anak perempuan bergosip sambil menatapku.

---

          "Lo beneran jadian sama Erlangga?" tanya Nabila.
          "Iya Nab. Kenapa?" tanyaku.
          "Congrats yee!! PJ dongg!!" Nabila antusias.
          "Minta sono sama Erlangga! wkwk" kataku.

---

            Sudah berbulan bulan aku menjalani hubungan ini dan tak terasa sekarang waktunya Ujian Nasional. aku tahu ini sangat berat untukku dan juga untuk Erlangga. Tak ada yang bisa menghalangi dan tak ada yang tahu aku dan Erlangga akan berpisah atau satu sekolah lagi.

           Hari ini perpisahan sekolah. Kepala sekolah membacakan nem tertinggi di sekolah. Nabila berada di urutan ketiga dengan nem 38,95. itu menakjubkan sekali, sayangnya aku tak tahu berapa nem ku. seandainya nem ku setinggi Nabila dan pasti Erlangga lebih tinggi lagi. bisa bisa dia juara satu.

       "Dan di urutan kedua, dari kelas 9A. Adriana Bella Fitria dengan nilai 39,95! Tepuk tangan semua untuk Bella!" kepala sekolah memanggilku. Aku tak percaya aku berada di urutan kedua dengan nilai sebagus itu.
       "Dan yang kita tunggu tunggu. Di urutan pertama, dengan nilai 40,00. Nilai sempurna, tertinggi se Indonesia yang dimiliki oleh Erlangga Putra Ghifari kelas 9A! Tepuk tangan dong!!" kepala sekolah menyebut nama itu.
            Aku tak menyangka aku berada di urutan kedua dengan nilai yang se mulus itu. Dan satu lagi Erlangga ternyata berada di urutan kesatu dengan nilai yang seeeeeee KEREN itu!!!

---

      "Congrats Bel! kamu keren banget, 39,95 bener bener deh Bel" kata Erlangga kepadaku.
      "haha. itu biasa aja kok. kamu yang keren! Nilai tertinggi se-Indonesia gimana gak keren coba?" Aku merendah.
      "Oiya, kamu mau masuk SMA mana Bel?" tanya Erlangga.
      "Gatau Ga, aku gatau mau masuk SMA mana. Kamu Ga?" tanyaku.
      "Kalo aku sih terserah kamu." ucap Erlangga.
      "Haha.. bisa aja sih kamu." ucap ku.

***
      

Senin, 08 Juli 2013

I don't know the title

        Tak terasa waktu sudah cepat berlalu, sekarang gadis itu sudah berada di pelataran sebuah SMP. Ia hanyalah sebatas bocah kelas 7 yang baru netes, alias baru masuk. Ia memandang setiap sudut sekolah itu. Saffa, nama panggilan gadis itu. Ketika ia sedang melihat - lihat, seseorang dari kejauhan memandangnya. Tersenyum kepadanya. Demi norma kesopanan, ia membalas senyuman itu. Ia sangat kenal senyuman itu. Itu kakak kelasnya, namanya Putra. Ia kelas 9.

Tik Tok Tik Tok  

        Waktu sangatlah cepat berlalu, sekarang sudah saatnya Ujian Tengah Semester. kelasnya mendapat ruang yang sekelas dengan 9B. Kelas kak Putra. Jantungnya terasa deg degan saat memasuki ruang  ujian. Ia melihat seluruh kelas, kak Putra tidak ada. Tapi apa yang dia lihat di meja ujiannya itu sungguh mengejutkan.
          "Putri Adriana Saffarah dengan Putra Adrian"
        Ia perlahan duduk dengan tenang di kursinya. Sesaat kemudian, datanglah laki-laki itu, duduk disampingnya.

        "Kalo butuh bantuan Matematika atau Fisika, tanya gue aja." Ucap laki laki itu.

Tik Tok Tik Tok 

       Waktu ujian pun dimulai, Ia tidak bisa mempusatkan perhatiannya pada kertas ujian itu. pikirannya berlarian tak ada arah. Pikirannya terpecah menjadi dua, ujian dan lelaki disampingnya.

Tik Tok Tik Tok 

       Sekarang, Saffa sedang berada di salah satu gerai pop ice. Ia tertunduk melihat buku fisikanya. ketika ia melihat kedepan, dilihatnya wajah yang tak asing lagi baginya. Ya, dia Putra. Ia tak pernah bisa melupakan wajah itu, karena keramahan nya yang sangat amat tak bisa diabaikan. mengajak dirinya belajar fisika bersama, karena keberadaan nilai fisika nya yang yahh.. tak tertolong. Ia pasrah.

      "Fa, abis ini kita nonton yuk, mumpung ada film bagus. Gue yang bayarin" Ucap lelaki itu. Saffa terdiam.

Tik Tok Tik Tok

      Hari demi Hari, waktu demi waktu, Saffa semakin dekat dengan Putra. Tidak ada yang mengetahui pertemuan ini. Mereka hanya berpikir sebatas bertemu dan sebangku di ruang ujian, saling menyapa, sedikit berinteraksi. Tapi efeknya tidak sesimpel itu.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa Putra. Saffa mendengar kalimat itu dari obrolan teman-temannya. desas desus itu sudah menyebar luas. Tapi sekali lagi, Saffa mengingat, sekarang sudah semester 2, tak mungkin lagi ia bertemu dengan Putra sesering dulu. Pasti Putra sedang menyiapkan UN nya yang semakin dekat. dan desas desus itu hanyalah obrolan kelas dan tak ada bukti yang kuat.

Tik Tok Tik Tok

     Saffa berjalan melewati kelas 9B. Kelas itu kosong. tak ada seorang pun. ya memang, kelas 9 telah selesai Ujian Nasional dan libur dirumah. mempersiapkan untuk masuk SMA. Saffa menghela nafas, ia sadar, obrolan yang sedikit, pertemuan yang jarang, perilaku yang baik, membuat Saffa hancur, tetapi lelaki itu akan pergi.

Tik Tok Tik Tok

     Setelah UKK selesai, Saffa memilih untuk berdiam diri dirumah. Pertemuan hanyalah membuatnya bertambah perih. Sanabatnya yang mengetahui ini hanya mengangguk perhatian, menghibur Saffa. Namun sahabatnya hanya sering membuatnya bertambah perih. memberitahu bahwa kak Putra sering datang ke sekolah.

Tik Tok Tik Tok

    Pembagian rapot bagi Saffa, pembagian ijazah bagi kak Putra. Saffa ingin sekali masuk, tapi ia membatalkannya. lebih baik ia melupakan semua ini. mungkin itu lebih baik.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa berjalan di toko buku, ia ingin pergi ke deretan buku fisika. namun, ia baru berbalik badan sudah bertubrukan dengan seseorang. itu Putra.

Tik Tok Tik Tok

   Mereka mengobrol di salah satu gerain makanan di Mall itu. Mereka tertawa lepas.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa terdiam di kamarnya, ia memejamkan matanya. Ia merasakan sakit yang dalam. Ia menyadarinya, namun Saffa terus mendoakannya. Karena ia tahu hanya ini yang terbaik. Kini, waktu telah banyak terlewat, ia telah menghabiskan kesempatannya.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa tersadar semuanya telah berakhir, dimakan oleh waktu. Atas akhirnya sebuah cerita cinta yang ia alami. Berawal dari ketidak sengajaan, dan berakhir dengan letting him go. 

***

*repost with little changing.*

baca cerita yang asli "Untitled Story by Ainul Mardiyah" di http://thizmynandos.blogspot.com/2013/07/untitled-short-story.html#more

Minggu, 07 Juli 2013

Tips dapet nilai bagus. (gatau juga sih-_-)

Huhhhh udah ga kerasa sekarang gue udah kelas 9 aja. udah mau SMA cuyy!! perasaan baru kemaren deh gue MOS SMP terus ketemu kakak kece. masa masa indah tuh kelas 7, masa masa abstrak kelas 8, dan kelas 9... gue gatau tuh yaa masa masa apaan (?) mungkin kaya jaman penjajahan kali yee, tegang gitu. mungkin. lebay amat. nahh pas masuk nanti nihh tanggal 15, gue mesti belajar extra keras, supaya UN nanti nilai memuaskan, dan juga masuk SMA Favorit. AMIINN.
Nah mungkin ini tips dari gue supaya lo fokus ke pelajaran, dan mendapatkan nilai bagus di ujian.
1. Jangan terlalu banyak mikirin yang aneh - aneh.
2. Lupain semua permasalahan lo, kaya misalnya abis diputusin lah. udahdeh lupain itu gapenting.
3. Jangan main gadget mulu tiap harii!!! kalo bisa mainnya malem minggu aja :)
4. BELAJAR YANG RAJIN!!!
5. cukupin tidur lo.
6. jangan terlalu capek. kalo capek, pelajaran gamasuk ke otak.
:)
oke mungkin itu aja kali yaa.. gue gatau mau ngasih tips apalagi-_- oke sekian dan terima kasih. :)