Senin, 08 Juli 2013

I don't know the title

        Tak terasa waktu sudah cepat berlalu, sekarang gadis itu sudah berada di pelataran sebuah SMP. Ia hanyalah sebatas bocah kelas 7 yang baru netes, alias baru masuk. Ia memandang setiap sudut sekolah itu. Saffa, nama panggilan gadis itu. Ketika ia sedang melihat - lihat, seseorang dari kejauhan memandangnya. Tersenyum kepadanya. Demi norma kesopanan, ia membalas senyuman itu. Ia sangat kenal senyuman itu. Itu kakak kelasnya, namanya Putra. Ia kelas 9.

Tik Tok Tik Tok  

        Waktu sangatlah cepat berlalu, sekarang sudah saatnya Ujian Tengah Semester. kelasnya mendapat ruang yang sekelas dengan 9B. Kelas kak Putra. Jantungnya terasa deg degan saat memasuki ruang  ujian. Ia melihat seluruh kelas, kak Putra tidak ada. Tapi apa yang dia lihat di meja ujiannya itu sungguh mengejutkan.
          "Putri Adriana Saffarah dengan Putra Adrian"
        Ia perlahan duduk dengan tenang di kursinya. Sesaat kemudian, datanglah laki-laki itu, duduk disampingnya.

        "Kalo butuh bantuan Matematika atau Fisika, tanya gue aja." Ucap laki laki itu.

Tik Tok Tik Tok 

       Waktu ujian pun dimulai, Ia tidak bisa mempusatkan perhatiannya pada kertas ujian itu. pikirannya berlarian tak ada arah. Pikirannya terpecah menjadi dua, ujian dan lelaki disampingnya.

Tik Tok Tik Tok 

       Sekarang, Saffa sedang berada di salah satu gerai pop ice. Ia tertunduk melihat buku fisikanya. ketika ia melihat kedepan, dilihatnya wajah yang tak asing lagi baginya. Ya, dia Putra. Ia tak pernah bisa melupakan wajah itu, karena keramahan nya yang sangat amat tak bisa diabaikan. mengajak dirinya belajar fisika bersama, karena keberadaan nilai fisika nya yang yahh.. tak tertolong. Ia pasrah.

      "Fa, abis ini kita nonton yuk, mumpung ada film bagus. Gue yang bayarin" Ucap lelaki itu. Saffa terdiam.

Tik Tok Tik Tok

      Hari demi Hari, waktu demi waktu, Saffa semakin dekat dengan Putra. Tidak ada yang mengetahui pertemuan ini. Mereka hanya berpikir sebatas bertemu dan sebangku di ruang ujian, saling menyapa, sedikit berinteraksi. Tapi efeknya tidak sesimpel itu.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa Putra. Saffa mendengar kalimat itu dari obrolan teman-temannya. desas desus itu sudah menyebar luas. Tapi sekali lagi, Saffa mengingat, sekarang sudah semester 2, tak mungkin lagi ia bertemu dengan Putra sesering dulu. Pasti Putra sedang menyiapkan UN nya yang semakin dekat. dan desas desus itu hanyalah obrolan kelas dan tak ada bukti yang kuat.

Tik Tok Tik Tok

     Saffa berjalan melewati kelas 9B. Kelas itu kosong. tak ada seorang pun. ya memang, kelas 9 telah selesai Ujian Nasional dan libur dirumah. mempersiapkan untuk masuk SMA. Saffa menghela nafas, ia sadar, obrolan yang sedikit, pertemuan yang jarang, perilaku yang baik, membuat Saffa hancur, tetapi lelaki itu akan pergi.

Tik Tok Tik Tok

     Setelah UKK selesai, Saffa memilih untuk berdiam diri dirumah. Pertemuan hanyalah membuatnya bertambah perih. Sanabatnya yang mengetahui ini hanya mengangguk perhatian, menghibur Saffa. Namun sahabatnya hanya sering membuatnya bertambah perih. memberitahu bahwa kak Putra sering datang ke sekolah.

Tik Tok Tik Tok

    Pembagian rapot bagi Saffa, pembagian ijazah bagi kak Putra. Saffa ingin sekali masuk, tapi ia membatalkannya. lebih baik ia melupakan semua ini. mungkin itu lebih baik.

Tik Tok Tik Tok

    Saffa berjalan di toko buku, ia ingin pergi ke deretan buku fisika. namun, ia baru berbalik badan sudah bertubrukan dengan seseorang. itu Putra.

Tik Tok Tik Tok

   Mereka mengobrol di salah satu gerain makanan di Mall itu. Mereka tertawa lepas.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa terdiam di kamarnya, ia memejamkan matanya. Ia merasakan sakit yang dalam. Ia menyadarinya, namun Saffa terus mendoakannya. Karena ia tahu hanya ini yang terbaik. Kini, waktu telah banyak terlewat, ia telah menghabiskan kesempatannya.

Tik Tok Tik Tok

   Saffa tersadar semuanya telah berakhir, dimakan oleh waktu. Atas akhirnya sebuah cerita cinta yang ia alami. Berawal dari ketidak sengajaan, dan berakhir dengan letting him go. 

***

*repost with little changing.*

baca cerita yang asli "Untitled Story by Ainul Mardiyah" di http://thizmynandos.blogspot.com/2013/07/untitled-short-story.html#more

Tidak ada komentar:

Posting Komentar