Kriiiiiiinggggggggggg................
Bel pulang sekolah berbunyi, itu tandanya aku harus bersiap untuk pulang kerumah. Oh iya namaku Alicya Aydrea. Panggil aku Rea.
---
Aku merasa ada yang berbeda dari diriku, aku menyukai seseorang yang tak pernah aku kenal, ia datang dari mimpiku, selalu. tapi ternyata ia memang benar-benar ada. Temanku kenal dengannya, ia memberikanku foto dan usrname twitternya dan sekali lagi, aku tak pernah bertemu dengannya. Aku hanyalah sebagai secret admirer yang sampai kapanpun tak akan pernah diketahui olehnya.
Aku masuk ke kamarku membayangkan wajah orang yang selalu ada di mimpiku, dia bernama Rafa. Aku berbaring, sambil terus membayangkan wajahnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku beranjak ke depan, ibuku sedang membukakan pintu dan siapa yang mengetuk pintu rumahku???? Itu dia, Rafa!!!! Aku tak tau mengapa ia ada disini, aku belum mengenalnya, dan ia belum mengenalku namun aku terkejut saat ia berkata sesuatu pada ibuku.
"kamu siapa nak?" tanya ibuku padanya.
"Aku Rafa bu, temennya Rea." ucapnya.
"Masuk nak." kata ibuku.
Apaaa??? Rafa??? Temennya Rea??? Sejak kapan??? Bertemu saja belum pernah, walaupun di mimpi sering. Aku senang bisa bertemu dengannya, walaupun ini bisa dibilang sebagai pertemuan yang aneh.
"Rea ada temennya nih." panggil ibuku.
"Siapa bu?" tanyaku.
"Namanya Rafa. tapi kayanya kamu belum pernah cerita tentang Rafa ya." ibuku memberitahu.
"Oh iya bu dia temen Rea." kataku menutupi sesuatu.
"Oh yaudah nih temennya ajak masuk." kata ibuku.
"Iya Bu." kataku.
---
"Lo Rea kan?" tanya laki laki itu.
"Iya.. l..l..lo..." aku tergagap.
"Gue Rafa. Lo pasti udah tau gue kan?" ia melanjutkan sambil bertanya.
"i..i.. iyaa." kataku tergagap lagi.
"Ga usah gagap gitu... kenapa sih?" tanyanya.
"Enggak kok. Kelas berapa ya?" aku memberanikan diri.
"Kelas 10 SMA" katanya enteng.
"Lo?" tanyanya kagi.
"Kelas 9 SMP kak."
Ia memberikan senyumnya yang manis kekeceannya tak dapat di hindarkan lagi.
"Ya tuhan... apakah ini?? Nyata atau hanya Mimpi??" tanyaku tak percaya.
"Oh iya ngomong2 kaka ngapain kesini?" tanyaku penasaran
"Ada sedikit masalah dirumah. Kalo boleh, gue boleh kan tinggal disini untuk sementara?" tanyanya.
"Tapi bilang sama orang tua aku dulu kak." kataku.
"udah, aku udah minta izin dan udah nyeritain semuanya, kata ibu kamu boleh kok." ia mengubah kata katanya menjadi aku kamu.
---
Sudah 2 hari dia dirumahku, ia semakin dekat dengan keluarga ku, begitupun dengan aku. Aku bersemangat dan ingin sekali menceritakan sahabatku yang sering sekali aku ceritakan mimpi yang aku alami, namun nampaknya mungkin ia tak percaya, jadi aku putuskan untuk tidak berbicara kepada siapapun tentang hal ini.
Namun aku merasakan tak enak, aku merasakan ini hari terakhir aku bertemu Rafa. Tidak, jangan berpikir aneh aneh.
---
Perasaan itu benar, malam harinya orang tua Rafa datang ke rumah ku untuk menjemput Rafa. Secara paksa. Ibunya Rafa menatapku seperti serangga yang harus di basmi. Aku melihat Rafa untuk terakhir kalinya. Kami berpandangan sedih, mengucapkan salam perpisahan dengan bahasa tubuh yang tak diketahui semua orang.
---
"Rea... Rea... Rea.." seseorang memanggilku. seperti suara ibuku.
Aku terbangun dan tersadar, itu hanya mimpi. Lagi. tapi terasa seperti nyata.
"Rea bangun.. ada yang nyariin tuh." ibuku memanggilku diluar kamar.
Aku berjalan keluar, dan siapa yang aku temui??? itu Dia.. Seseorang yang ada di mimpiku....
***
The End.
***
Gue menceritakan kisah ini berdasarkan pengalaman gue sendiri, tentang mimpi gue yang persis seperti itu dan terasa nyata...
- @syifart
---
Aku merasa ada yang berbeda dari diriku, aku menyukai seseorang yang tak pernah aku kenal, ia datang dari mimpiku, selalu. tapi ternyata ia memang benar-benar ada. Temanku kenal dengannya, ia memberikanku foto dan usrname twitternya dan sekali lagi, aku tak pernah bertemu dengannya. Aku hanyalah sebagai secret admirer yang sampai kapanpun tak akan pernah diketahui olehnya.
Aku masuk ke kamarku membayangkan wajah orang yang selalu ada di mimpiku, dia bernama Rafa. Aku berbaring, sambil terus membayangkan wajahnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku beranjak ke depan, ibuku sedang membukakan pintu dan siapa yang mengetuk pintu rumahku???? Itu dia, Rafa!!!! Aku tak tau mengapa ia ada disini, aku belum mengenalnya, dan ia belum mengenalku namun aku terkejut saat ia berkata sesuatu pada ibuku.
"kamu siapa nak?" tanya ibuku padanya.
"Aku Rafa bu, temennya Rea." ucapnya.
"Masuk nak." kata ibuku.
Apaaa??? Rafa??? Temennya Rea??? Sejak kapan??? Bertemu saja belum pernah, walaupun di mimpi sering. Aku senang bisa bertemu dengannya, walaupun ini bisa dibilang sebagai pertemuan yang aneh.
"Rea ada temennya nih." panggil ibuku.
"Siapa bu?" tanyaku.
"Namanya Rafa. tapi kayanya kamu belum pernah cerita tentang Rafa ya." ibuku memberitahu.
"Oh iya bu dia temen Rea." kataku menutupi sesuatu.
"Oh yaudah nih temennya ajak masuk." kata ibuku.
"Iya Bu." kataku.
---
"Lo Rea kan?" tanya laki laki itu.
"Iya.. l..l..lo..." aku tergagap.
"Gue Rafa. Lo pasti udah tau gue kan?" ia melanjutkan sambil bertanya.
"i..i.. iyaa." kataku tergagap lagi.
"Ga usah gagap gitu... kenapa sih?" tanyanya.
"Enggak kok. Kelas berapa ya?" aku memberanikan diri.
"Kelas 10 SMA" katanya enteng.
"Lo?" tanyanya kagi.
"Kelas 9 SMP kak."
Ia memberikan senyumnya yang manis kekeceannya tak dapat di hindarkan lagi.
"Ya tuhan... apakah ini?? Nyata atau hanya Mimpi??" tanyaku tak percaya.
"Oh iya ngomong2 kaka ngapain kesini?" tanyaku penasaran
"Ada sedikit masalah dirumah. Kalo boleh, gue boleh kan tinggal disini untuk sementara?" tanyanya.
"Tapi bilang sama orang tua aku dulu kak." kataku.
"udah, aku udah minta izin dan udah nyeritain semuanya, kata ibu kamu boleh kok." ia mengubah kata katanya menjadi aku kamu.
---
Sudah 2 hari dia dirumahku, ia semakin dekat dengan keluarga ku, begitupun dengan aku. Aku bersemangat dan ingin sekali menceritakan sahabatku yang sering sekali aku ceritakan mimpi yang aku alami, namun nampaknya mungkin ia tak percaya, jadi aku putuskan untuk tidak berbicara kepada siapapun tentang hal ini.
Namun aku merasakan tak enak, aku merasakan ini hari terakhir aku bertemu Rafa. Tidak, jangan berpikir aneh aneh.
---
Perasaan itu benar, malam harinya orang tua Rafa datang ke rumah ku untuk menjemput Rafa. Secara paksa. Ibunya Rafa menatapku seperti serangga yang harus di basmi. Aku melihat Rafa untuk terakhir kalinya. Kami berpandangan sedih, mengucapkan salam perpisahan dengan bahasa tubuh yang tak diketahui semua orang.
---
"Rea... Rea... Rea.." seseorang memanggilku. seperti suara ibuku.
Aku terbangun dan tersadar, itu hanya mimpi. Lagi. tapi terasa seperti nyata.
"Rea bangun.. ada yang nyariin tuh." ibuku memanggilku diluar kamar.
Aku berjalan keluar, dan siapa yang aku temui??? itu Dia.. Seseorang yang ada di mimpiku....
***
The End.
***
Gue menceritakan kisah ini berdasarkan pengalaman gue sendiri, tentang mimpi gue yang persis seperti itu dan terasa nyata...
- @syifart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar