Kamis, 01 Agustus 2013

Believe part 3

.......... Aku membalikkan badanku untuk mengetahui siapa orang yang juga ingin mengambil buku itu. Ternyata itu ka Dimas.
           Aku segera meminta maaf dan beranjak pergi, namun ka Dimas memegang tanganku.

      "Bel, kita nonton yuk. Atau mungkin kita belajar bareng." ucap laki laki itu.
      "Emm gimana yaa kak?" Akupun bingung ingin menjawab apa.
      "Kalo gak mau atau gak bisa ga apa2." lelaki itu menyadari bahwa aku sedang bingung mencari jawaban yang tepat.
      "Emm.. bisa kok kak. Kapan?" kataku.
      "Minggu? Bisa?" tanyanya.
      "Bisa kak." jawabku.

---

           Aku duduk, terdiam di kamarku, memikir kan sesuatu hal yang tak pernah aku bayangkan. Mengapa aku semudah ini? semudah ini menerima tawaran ka Dimas untuk nonton? Bagaimana dengan Erlangga kalo seandainya ia menguji ku dengan meninggalkanku sebentar, dan kembali namun dia mengetahui kalau aku dekat dengan orang lain?
      "Maafin aku Ga, aku ga bisa begini terus." tangisku.

---

           Hari minggu itu pun tiba, aku menunggu di taman. Sudah setengah jam aku menunggu disini tapi dia tak kunjung datang.

     "Eh Bel, lama ya? maaf ya telat." kata ka Dimas di depanku
     "Ga apa2 kak." kataku.
     "Oke, kita berangkat!" ucap laki laki itu dengan penuh semangat.

---
         Kami bercakap-cakap dengan akrabnya sampai ia bertanya,

     "Udah punya pacar belum Bel?" tanya laki laki itu.
     "Emmm..... sebenernya sih udah ka. Dari kelas 9 SMP aku pacarannya, tapi sekarang pacar aku itu malah menghilang entah kemana." kataku lesu.
     "Loh kok? Dia kaya gitu? Tapi kayanya kamu masih suka ya sama dia?" tanyanya.
     "Udah lah kak, ga usah dibahas." kataku. Aku tidak suka dengan pertanyaan itu, itu mengingatkanku pada Erlangga.

---

          Hari ini aku masuk sekolah seperti biasa, namun ada yang berbeda, teman temanku berbisik - bisik dan berkata akan ada anak baru. Semoga dia anaknya asik, ga jail, enak diajak ngobrol, dan bla bla blaa~~

          Namun aku sangat kaget, karena tak sesuai yang aku harapkan. anak baru itu adalah Erlangga. Ia muncul lagi, setelah ku coba sekian lama untuk melupakannya.
      "Erlangga? Demi apa?" tanyaku dalam hati.
      "Halo nama saya Erlangga Putra Ghifari. Senang bertemu kalian :)"
         Erlangga menatapku sekian lama, ia menyadari itu aku, ia dipersilahkan duduk ditempat yang kosong. Ia berjalan ke arahku, aku menyadari aku hanya duduk sendiri, dan satu hal yang terjadi, aku akan duduk bersama Erlangga.
      "Bella?" tanyanya.
      "Erlangga?" tanyaku juga.
          Kami tak bericara lagi sampai pelajaran selesai. Kriiinngggg...... bel pulang berbunyi aku bersiap untuk keluar kelas, namun Erlangga memegang tanganku.
      "Maafin gue Bel." ucap Erlangga.
          Aku terdiam.
      "Kita.... masih pacaran kan? Atau...... ka..." ucap Erlangga yang aku potong.
      "Maaf Ga, gue udah punya pacar." kataku asal.
          Hatiku masih merasakan sakit, aku tak tahan lagi.
      "Bel... serius?" tanyanya.
      "Iya." kataku sambil pergi meninggalkannya.
      "Bel!" Erlangga memanggilku, namun aku tak menghiraukannya.
          Ia mengejarku, sampai aku benar benar tertangkap olehnya.
      "Please, Believe me once again." pintanya.
      "I can't." kataku.
      "Bella!" panggil ka Dimas.
      "Erlangga!" panggil ka Dimas. kali ini bukan namaku, tapi Erlangga. Ka Dimas kenal Erlangga.
      "Ka Dimas siapa lo Bel?" tanya Erlangga kepadaku.
      "pacar gue Ga." kataku berpura pura.
           Ka Dimas datang menghampiri kami berdua. sebelum ia bicara aku sudah menyuruhnya mengiyakan apa yang aku katakan melalui bahasa isyarat.
      "Ini ka Dimas. Dia pacar gue Ga." kataku kepada Erlangga.
      "Ka? Lo pacarnya Bella?" terlihat ekspresi syok Erlangga.
      "Iya Ga, dia pacar gue." kata ka Dimas.

---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar