Aku bisa melihat keterkejutan Erlangga di wajahnya. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan Erlangga, aku dan ka Dimas?
---
"Kenapa sih? Ada apa?" tanyaku penasaran.
"Lo gak perlu tau." kata Erlangga.
"Gue perlu tau Gaaa!!!!" aku menggertak Erlangga.
"Lo mau tau? ka Dimas itu, kakak gue Bel. okay? so you've know this. and I think you will not ask me about anything again? right?" Ucap Erlangga.
"Apa? kakak lo? jadi selama ini, gue sama kakak lo. curhat sama kakak lo, jalan bareng sama kakak lo. gue curhat tentang lo sama kakak lo, dan dia gatau siapa orang yang gue curhatin itu? yaampun! My Life is getting suck now Ga! I'm being confused to you both." ucapku tak percaya.
"Apa? jadi selama ini, orang yang kamu curhatin itu Erlangga? kenapa lo begitu sih Ga? kok lo begini banget sama cewe?" sepertinya ka Dimas juga kaget dengan ini.
"Dan lo juga kak, ternyata cewe yang selama ini lo ceritain itu Bella kak? gue gak bermaksud untuk kaya gitu sama Bella! gue cuma nge tes dia doang kak! gue gatau kalo akhirnya bisa kaya gini. dan satu hal Bel, gue masih sayang sama lo sampai sekarang." kata Erlangga sambil beranjak pergi.
Aku hanya bisa ternganga melihat semua ini, ini yang terjadi? aku benar-benar tidak mengerti. ini sangat rumit untukku, apakah aku bisa memaafkannya? benarkah ia masih sayang denganku?
Aku berjalan ke arah gerbang, Erlangga berada di sana. Dia belum pulang, apa yang dia tunggu? apa ia menungguku? ah aku tidak mau membahas dia lagi. aku terus berjalan keluar gerbang, melewati Erlangga. seakan-akan aku merasa Erlangga akan mengikutiku, namun ia terhenti entah mengapa. Tapi ia berlari dan berteriak,
"Bella awassss!!!!!" Erlangga berteriak dan berlari menuju ke arah ku.
Aku tak menyadari aku berada di tengah jalan, aku menengok ke kiri dan sebuah mobil sedan melaju kencang menuju ke arahku, aku hanya bisa berteriak.
"AAAAAAAAA!!!!"
Aku terdiam, aku tidak merasakan benturan yang keras menghantam ku, tapi justru dekapan lembut seakan memeluk ku, apakah aku sudah mati? aku tidak tau pastinya. aku melihat ke sebelah kiri, aku memang ternyata di dekapan seseorang dan dia Erlangga. matanya terpejam dan tubuhnya terbujur kaku. aku hanya merasakan pusing di kepalaku. aku sangat kaget dengan keadaan Erlangga yang seperti ini. aku melihat seseorang berlari ke arahku, namun kepalaku sudah terasa sangat berat sekali, aku seperti ingin memejamkan mataku, dan akhirnya aku pun memejamkan mataku perlahan-lahan.
---
"True love is always together until the end. even you ever go away from them." - me
***
Dan, akhirnya berakhir juga kisah ini. gue gatau nih cerita jadi ngalor ngidul~ bodolah yang penting slesaiiiiii!!
follow me : @syifart
---
"Kenapa sih? Ada apa?" tanyaku penasaran.
"Lo gak perlu tau." kata Erlangga.
"Gue perlu tau Gaaa!!!!" aku menggertak Erlangga.
"Lo mau tau? ka Dimas itu, kakak gue Bel. okay? so you've know this. and I think you will not ask me about anything again? right?" Ucap Erlangga.
"Apa? kakak lo? jadi selama ini, gue sama kakak lo. curhat sama kakak lo, jalan bareng sama kakak lo. gue curhat tentang lo sama kakak lo, dan dia gatau siapa orang yang gue curhatin itu? yaampun! My Life is getting suck now Ga! I'm being confused to you both." ucapku tak percaya.
"Apa? jadi selama ini, orang yang kamu curhatin itu Erlangga? kenapa lo begitu sih Ga? kok lo begini banget sama cewe?" sepertinya ka Dimas juga kaget dengan ini.
"Dan lo juga kak, ternyata cewe yang selama ini lo ceritain itu Bella kak? gue gak bermaksud untuk kaya gitu sama Bella! gue cuma nge tes dia doang kak! gue gatau kalo akhirnya bisa kaya gini. dan satu hal Bel, gue masih sayang sama lo sampai sekarang." kata Erlangga sambil beranjak pergi.
Aku hanya bisa ternganga melihat semua ini, ini yang terjadi? aku benar-benar tidak mengerti. ini sangat rumit untukku, apakah aku bisa memaafkannya? benarkah ia masih sayang denganku?
Aku berjalan ke arah gerbang, Erlangga berada di sana. Dia belum pulang, apa yang dia tunggu? apa ia menungguku? ah aku tidak mau membahas dia lagi. aku terus berjalan keluar gerbang, melewati Erlangga. seakan-akan aku merasa Erlangga akan mengikutiku, namun ia terhenti entah mengapa. Tapi ia berlari dan berteriak,
"Bella awassss!!!!!" Erlangga berteriak dan berlari menuju ke arah ku.
Aku tak menyadari aku berada di tengah jalan, aku menengok ke kiri dan sebuah mobil sedan melaju kencang menuju ke arahku, aku hanya bisa berteriak.
"AAAAAAAAA!!!!"
Aku terdiam, aku tidak merasakan benturan yang keras menghantam ku, tapi justru dekapan lembut seakan memeluk ku, apakah aku sudah mati? aku tidak tau pastinya. aku melihat ke sebelah kiri, aku memang ternyata di dekapan seseorang dan dia Erlangga. matanya terpejam dan tubuhnya terbujur kaku. aku hanya merasakan pusing di kepalaku. aku sangat kaget dengan keadaan Erlangga yang seperti ini. aku melihat seseorang berlari ke arahku, namun kepalaku sudah terasa sangat berat sekali, aku seperti ingin memejamkan mataku, dan akhirnya aku pun memejamkan mataku perlahan-lahan.
---
"True love is always together until the end. even you ever go away from them." - me
***
Dan, akhirnya berakhir juga kisah ini. gue gatau nih cerita jadi ngalor ngidul~ bodolah yang penting slesaiiiiii!!
follow me : @syifart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar